Bukan Puisi
Aku bersimpuh di udara
Satu kepakan kupu membisik menyisir rambutku
Mantra dewa-dewi bergema di semesta raya
Lalu terbayang pada satu perempuan
Di tengah segala yang bernapas
Tapi
asing ia bagiku
Wajah
tak bernama itu memburu
Mengganggu
tak bisa diam
Aku berlari berdesakan agar bercerai
Biar hilang, biar hilang bekasnya yang tersisa
Mungkin pula berhenti
Bila jejak maut mengecup bibirku
Sekalipun t’lah tertumpah di lorong nadiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar